KAJIAN GEOLOGI GUNUNGAPI MERAPI

9 06 2010

Oleh : Nanang Setiawan, S. Pd

Geografi adalah ilmu yang mengkaji fenomena geosfer dalam konteks keruangan dengan pendekatan kelingkungan dan kompleks wilayah. Fenomena geosfer sangat beragam, salah satunya adalah perubahan bentuk pada permukaan bumi. Suatu daerah yang awalnya merupakan dataran, oleh tenaga geologi sebagian dapat terangkat sementara bagian yang lain turun. Dua aspek yang menonjol dalam pembentukan morfologis Pulau Jawa adalah iklim tropis lembab dan kegiatan vulkanik yang kuat selama kira-kira dua juta tahun terakhir. Adanya aktivitas vulkanik dan proses tektonik dalam kerak bumi menyebabkan pengangkatan daratan. Pada umumnya, aktivitas vulkanik tidak merata sepanjang waktu, tetapi muncul dengan aktivitas tinggi pada masa kegiatan tertentu, sehingga pengaruhnya terasa pada daerah dalam skala luas.

Geologi merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi karakter suatu daerah. Setiap daerah memiliki ciri khas sendiri berdasarkan struktur geologi yang menyusun daerah tersebut. Keadaan geologi suatu daerah secara langsung berpengaruh terhadap keberadaan dan sifat sumberdaya air yang selanjutnya berpengaruh terhadap sumberdaya alam.

Dari sudut geologi, dalam suatu penampang melintang utara-selatan Pulau Jawa terbagi dalam 3 zona, yaitu : (1) Zona Utara yang berbukit-bukit rendah; (2) Zona Tengah yang meliputi jalur vulkanik; dan (3) Zona Selatan yang merupakan plato-plato (plateau) yang terpotong-potong oleh sesar dan sistem fluvial yang besar. Gunungapi Merapi merupakan salah satu gunungapi yang berada pada Zona Tengah Pulau Jawa.

Vulkanisme adalah segala kegiatan magma dari lapisan dalam litosfer menyusup ke lapisan yang lebih atas atau sampai ke luar permukaan bumi. Sebenarnya, vulkanisme dalam arti yang sempit berarti ekstrusi magma. Dari dapur magma, melalui diatrema, magma menyusup ke atas sampai ke permukaan bumi. Proses keluarnya magma itu dinamakan letusan atau erupsi. Gunung Merapi termasuk gunung api strato, gunungapi strato merupakan hasil erupsi campuran, efusif dan eksplosif yang berulang beberapa kali. Gunungapi strato ini berbentuk kerucut dan tubuhnya berlapis-lapis.

Secara umum formasi dan jenis batuan yang menyusun Gunungapi Merapi di bagian utara didasari oleh batuan vulkanik Merapi Tua berumur Pleistosen Atas, di bagian timur didasari oleh batuan Tersier Formasi Nglanggran dan Semilir, serta batuan Tersier Formasi Sentolo di bagian barat maupun selatan. Menurut Bemmelen (1949) di Formasi Sentolo memiliki tipe facies neritik. Pada batugamping dijumpai kandungan fosil-fosil foraminifera. Formasi Sentolo berumur Miosen Tengah. Formasi ini tersusun atas batugamping (limestone) dan batupasir napalan (marly sandstone). Di bagian selatan juga terdapat Formasi Endapan Gunungapi Merapi Muda yang berumur Kuarter dan terdiri dari material lepas sebagai hasil kegiatan letusan Gunungapi Merapi. Endapan Gunungapi Merapi Muda batuannya berupa tuf, abu, breksi, aglomerat, dan lelehan lava tak terpilahkan. Hasil pelapukan pada lereng kaki bagian bawah membentuk dataran yang meluas di sebelah selatan, terutama terdiri dari rombakan vulkanik yang terangkut kembali oleh alur-alur yang berasal dari lereng atas.

Secara morfologi, Gunungapi Merapi terbagi menjadi beberapa bagian seperti pada profil Gunungapi Merapi dari barat ke timur berikut :

Gunungapi mempunyai potensi yang luar biasa, tidak hanya potensi yang bermanfaat dalam mendukung kehidupan manusia tetapi juga mempunyai potensi bencana. Potensi bencana yang ada pada gunungapi antara lain :

  • Awan panas aliran (Piroklastika aliran)
  • Awan panas seruakan (piroklastika hembusan)
  • Lahar hujan dan banjir
  • Hujan abu (piroklastika jatuhan)
  • Gas beracun
  • Guguran lava pijar

Ancaman bahaya utama Merapi adalah awan panas dan banjir lahar. Ancaman dapat ke berbagai arah ditentukan oleh struktur bukaan, alterasi hidrotermal, resistensi batuan bawah permukaan dan arah bukaan morfologi terendah di kaki kubah lava baru. Apabila tidak ada suplai magma baru secara tajam, erupsi G. Merapi akan berlangsung dalam sekala kecil, seperti sekarang ini atau bahkan mereda, sebagai fenomena alam biasa pada kerucut gunung api komposit yang sedang tumbuh. Akan tetapi perlu diwaspadai terjadinya banjir lahar pada waktu hujan. Terbentuknya bukaan kawah ke selatan menyebabkan potensi bencana ke selatan-tenggara. Berikut ini peta kawasan rawan bencana Gunungapi Merapi :

Untuk meminimalisasikan korban jiwa dan kerugian material maka perlu adanya mitigasi bencana gunungapi dengan :

  • Pemantauan kegiatan gunungapi terus menerus melalui pos pengamatan gunungapi dengan seismograf yang bekerja 24 jam sehari
  • Pembuatan peta kawasan rawan bencana gunungapi
  • Penyuluhan bahaya gunungapi
  • Pembuatan dam pengelak lahar
Disampaikan dalam kegiatan Field Study SMA N 2 Surakarta di Kaliadem dan Kaliurang
Tanggal 8 Juni 2010


About these ads

Aksi

Information

6 tanggapan

14 06 2010
Hendrik Boby Hertanto

Berkarya Tanpa Hendti Mass

2 07 2010
hosting murah indonesia

siiiip…

23 07 2010
gent

selamat ……dari sisi fisik dah Ok……perlu ditambahkan tinjauan sisi sosial daerah tersebut.
sekali lagi selamat n sukses

29 07 2010
nanangs24

Terimakasih…….

6 11 2010
Kristian Apriyanta, S.Pd

matur nuwun

29 07 2012
daniela

thks for sharingnya.. punya LONG SECTION sungai gendol gak mas?
thks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: